Shortcode

Oktovianus Mote, Sekjen ULMWP

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau PGI merupakan wadah yang dipakai untuk mempersatukan banyaknya denominasi gereja yang ada di Indonesia. 


Konferensi Waligereja Indonesia (KWI atau Kawali) adalah organisasi Gereja Katolik yang beranggotakan para Uskup di Indonesia dan bertujuan menggalang persatuan dan kerja sama dalam tugas pastoral memimpin umat Katolik Indonesia.


Visi misi PGI
Visi PGI: Terwujudnya Gereja-gereja yang Semakin Dewasa
Misi PGI: Mengembangkan Persekutuan yang Memperjuangkan Keadilan, Perdamaian, Kesejahteraan dan Keutuhan Ciptaan.

Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang didominasi umat Kristen dan Khatolik yang juga bernaung di bawah organisasi PGI dan KWI.

Sekjen ULMWP (The United Liberation Movement for West Papua), Oktovianus Mote mengktitiki  hal organisasi tersebut pada wawancara pihak Indoprogress.
Beliau mengatakan bahwa  Mana Ada Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Dan Konferensi Wali Gereja Indonesia Bersuara Ketika Umatnya Dibantai Di Papua

Sekjen ULMWP : Mana Ada Persekutuan Gereja di Indonesia Bersuara Ketika Umatnya Dibantai Di Papua?

Melanesian Spearhead Group is a sub-regional organizations in the Pacific. Who membered Vanuatu, Papua New Guinea, Solomon Islands, Fiji and New Caledonia and Indonesia in 2013 became Observer. Then, in 2015 the name of Indonesia in MSG turned into Melanesia Indonesia (Melindo). Now Melindo as the Association and the United Liberation Movement for West Papua as an observer.
My question is whether Melindo is a political body such as the plan to separate from Indonesia ULMWP? If Melindo is representing Indonesia why not give the name of Indonesia?
This is really an insult to Clump Melanesia by Indonesia. Indonesia considers the organization MSG was not nothing. Melanesian countries should see this clump and remove Indonesia from MSG. Because Indonesia is not a Melanesian people but Melayu (Malaysia) Southeast Asia. See, division of the Oceania region conducted by an expert Frenchman named Jules Dummont d'Urville on December 27, 1831 in Paris. Remove Indonesia from MSG. ULMWP accept as full members at MSG with a large family Melanesia.

                 ***  FREE WEST PAPUA ***

Apakah Melindo di MSG adalah suatu Badan Politik yang hendak Memisahkan diri dari Indonesia?
Melanesian Sperahead Group adalah sebuah organisasi di sub-regional di pasifik. Yang beranggota Vanuatu, Papua new Guinea, Solomon Islands, Fiji dan Kaledonia Baru kemudian Indonesia tahun 2013 menjadi Observer. Kemudian, tahun 2015 nama Indonesia di MSG berubah menjadi Melanesia Indonesia (Melindo). Sekarang Melindo sebagai Asosiasi dan United Liberation Movement for Papua Barat sebagai Pengamat.
Pertanyaan saya adalah apakah Melindo adalah suatu badan politik yang rencana memisahkan dari Indonesia seperti ULMWP?  Kalau Melindo adalah mewakili Indonesia kenapa tidak beri nama Indonesia?
Ini benar-benar penghinaan terhadap Rumpun Melanesia oleh Indonesia. Indonesia menganggap organisasi MSG itu tidak ada apa-apanya. Negara-negara rumpun Melanesia harus lihat ini dan keluarkan Indonesia dari MSG. Karena orang Indonesia adalah bukan Melanesia tapi  Melayu (Malaysia) Asia Tenggara. Lihat, Pembagian wilayah Oceania dilakukan oleh seorang ahli Prancis bernama Jules Dummont d’Urville pada 27 Desember 1831 di Paris. Keluarkan Indonesia dari MSG. Menerima ULMWP sebagai anggota penuh di MSG bersama dengan keluarga besar Melanesia.



Mr. Peyon, is a student of University.

Do Malindo in MSG is a political body to be separate from Indonesia?

Seorang anak kecil dibully dan diolok-olok polisi-polisi di Papua. Informasi mengenai waktu kejadian dan identitas pihak yang terlibat belum diketahui, tetapi kejadian tersebut wajib ditanggapi pihak pemerintah, terkhususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.  
Dalam video yang tersebar di facebook itu nampak seorang anak kecil yang sedang dalam keadaan mabuk, akibatnya polisi pun mengamankannya. Perluh diketahui bahwa sejak bulan April 2016, penyebaran dan konsumsi minuman keras di Papua sudah dilarang.

Memang anak tersebut melakukan tindakan yang tidak benar, tetapi umurnya yang masih kanak-kanak itu menjadikan keluarga sebagai pihak yang paling bertanggunjawab atau perilaku anak tersebut. Keluarga seharusnya membimbing dan mendidik dengan baik supaya anak tersebut memiliki karakter yang baik juga.

Pihak yang paling bersalah ketika seorang anak kecil terlibat dalam dunia kemabukan adalah keluarga dari anak tersebut. Sehingga kejadian seperti yang ditampilkan dalam video berikut seharusnya tidak terjadi. 

Seorang anak kecil tidak boleh dibully apalagi melakukan tindakan kekerasan seperti menampar dan tindakan lainnya. Kejadian ini sebaiknya ditindaklanjuti.

Pihak polisi-polisi dalam video itu telah melanggar undang-undang No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
 
Perlindungan Anak
Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau
ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
- See more at: http://www.sudahdong.com/pasal-pasal-terlait-bullying/#sthash.IxU8Xdak.dpuf
Perlindungan Anak
Dalam pasal ini diatur mengenai pasal tentang perlakuan kekejaman, kekerasan atau
ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak.
- See more at: http://www.sudahdong.com/pasal-pasal-terlait-bullying/#sthash.IxU8Xdak.dpuf
UU No. 35 Th. 2014
UU No. 35 Th. 2014
UU No. 35 Th. 2014

Seorang Anak Kecil Kecil Dibully dan Diolok-Olok Polisi DI Papua

Victor Yeimo shaking hands with officials who met him at the LP KNPB Abepura
Pada tanggal 3 mei kemarin terjadi demo besar-besaran di tanah Papua. Bersamaan dengan itu, beberapa orang membakar bendera bintan kejora dan bendera KNPB.
Hal itu ditanggapi banyak pihak. Tentunya pihak Papua tidak menyukai hal itu, namun komentar dari Ketua umum KNPB sungguh sangatlah dewasa. berikut ini komentarnya.

Ketua Umum KNPB Mengomentari Pembakaran Bendera Bintang Kejora Dan Bendera KNPB

Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta berpidato soal perdamaian dan kebebasan di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 5 Mei 2016 (Foto: VOA/Fathiyah)

Ramos Horta: Papua Tak Ingin Lepas! OMONG KOSONG!

Mereka datang bukan mengunjungi keluarga, mereka adalah migran baru dengan agenda khusus
Manokwari dikenal sebagai kota Injil karena pengabar injil di tanah Papua pertama kali menginjakkan kaki di Manokwari, tepatnya pulau Mansinam. Gambar-gambar yang terlampir adalah foto-foto kedatangan di pelabuhan Manokwari, setiap kedatangan kapal dari luar Papua selalu seperti ini.
Mereka adalah pendatang baru, setiap kedatangan kapal, jumlah mereka bertambah
Isu Papua merdeka yang semakin memanas dan kasus Tolikara setahun silam menyebabkan banyak pesantren untuk mengerakkan banyak anggotannya untuk melakukan tugas rahasia di tanah Papua, terkhususnya kota Injil itu. Sempat juga ada pelaranggaran pembangunan masjid  (baca : sumber)
Jumlah penduduk Papua bertambah bukan karena kelahiran orang Papua, tetapi karena kedatangan mereka
Ada makna terselubung dari migrasi bebas itu, selain meminoritaskan orang Papua, bisa jadi isu sensitif lainnya dipakai untuk meredam perjuangan Papua. Baca ( masalah Papua bisa berakhir dengan Masalah agama)

Papua harus waspada! And Tetaplah berdoa! dan jagalah kerukunan beragama!Kita semua bersaudara!

Manokwari, Apa Maksud Kedatangan Mereka?

Sidang UNFPFII
West Papua Liberation Organization (WPLO) atau yang dalam bahasa Indonesia-nya, Organisasi Pembebasan Papua Barat (OPPB) adalah Organisasi yang bertujuan Mempromosi Hak Bangsa Papua Barat Untuk Menentukan Nasibnya Sendiri berdasarkan pasal 3 dari Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak-hak Asasi Masyarakat Pribumi melalui Resolusi Majelis Umum PBB nomor: A/Res/61/295 pada Sidang ke-61 Tanggal 13 September 2007 serta Kovenan International tentang Hak-hak Sipil & Politik Pasal 1..

Untuk memperlajari lebih lengkap mengenai identitas dan sepak terjang WPLO, klik disini 

Pada tahun 2016 ini, WPLO mendapat kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya melalui forum yang disebut United Nation Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII). UNPFII
adalah badan koordinasi pusat PBB untuk hal-hal yang berkaitan dengan keprihatinan dan hak-hak masyarakat pribumi di dunia.

John Anari, WPLO Leader

Pada kesempatan itu, John Anari selaku pimpinan WPLO akan menyampaikan aspirasi masyarakat Papua. 
Berikut ini kutipan dari pimpinan WPLO yang dikirim ke whatsapp Saya.
Pidato John Anari (WPLO dan Kobe Oser) di Sidang Forum Permanent PBB untuk Masyarakat Pribumi di Markas Besar PBB, New York. Amerika Serikat tanggal 17 Mei 2016 jam 10.00 - 13.00 siang Waktu New York (23.00 - 02.00 malam Waktu West Papua) dengan Thema “Penduduk Pribumi:Konflik, Perdamaian dan Penyelesaian.
Diharapkan Sidang Forum Permanent PBB ini dapat mengeluarkan Rekomendasi ke Dewan Perwalian PBB untuk meninjau kembali Status Quo West Papua dalam NKRI yang menyebabkan Konflik selama lebih dari 50 tahun sehingga Komisi Dekolonisasi (Komisi 24) dapat melanjutkan tagasnya mempersiapkan Administrasi West Papua untuk Berpemerintahan Sendiri (Independent) sesuai amanat Resolusi Majelis Umum PBB No. 448 (V).
Berikut ini adalah undangan dari UNPFII untuk WPLO

Siaran Live ini dapat diikuti langsung melalui website UN Web TV pada link di bawah ini:
 http://webtv.un.org/

West Papua Liberation Organization (WPLO) Akan Berpidato Di Sidang United Nation Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII) Tanggal 17 Mei 2016