Shortcode

Berbagai macam persoalan dihadapi Papua, mulai dari persoalan politik hingga ekonomi, namun persoalan yang paling dikuatirkan orang Papua pada umumnya adalah isu marginalisasi. 


Marginalisasi bukan hal baru di Papua, bila Anda berkunjung ke kota-kota utama di Papua seperti Nabire, Anda akan menemukan bahwa pusat kota dan wilayah strategis dikuasai oleh pendatang, sementera masyarakat pribumi Papua tinggal di pelosok-pelosok.

Juga, mimpi paling mengerikan bagi orang Papua adalah bila mereka menjadi minoritas di tanah Papua. 


Mimpi buruk itu telah menjadi kenyataan, berdasarkan data BPS tahun 2010 yang menghasilkan data sebagai berikut. Di kota-kota besar Papua, jumlah penduduk pendatang mendominasi. Bahkan info yang kami terima dari BPS, pada tahun 2015 ini jumlah penduduk asli Papua 48 % dan pendatang 52 %, tetapi diperkirakan bahwa presentase penduduk asli Papua sebenarnya lebih rendah dari angka 48% itu.

Jumlah Penduduk Provinsi Papua Tahun 2010 adalah sebesar 2.833.381 jiwa . Data BPS tahun 2010

Tabel dan grafik diatas adalah data tahun 2010, dipastikan tahun 2016 jumlah pendatang meningkat drastis. 

Dilain sisi seperti dimuat dalam laporan majalahselangkah.com, edisi Jumat 18 Oktober 2013, tujuan terselubung dari pemerintah Indonesia di Papua untuk pemusnahan etnis Melanesia dan digantikan dengan etnis Melayu semakin jelas dengan data terbaru Jim Elmslie dalam tulisan berjudul "West Papuan Demographic Transition and the 2010 Indonesian Census: Slow Motion Genocide or not? For Comprehending West Papua Conference, Sydney University, February 23-24, 2011."


Menurut data tersebut menyebutkan tahun 1971, Penduduk Asli Papua 887.000 orang. Pendatang 36.000 orang. Total Penduduk 923.000; dalam presentase Papua 96% dan Pendatang 4%.


Tahun 1990, Penduduk Asli Papua 1.215,897 dan Pendatang 414.210. Total Penduduk 1.630.107. Presentase 75% Penduduk Asli Papua dan 25% Pendatang. Tahun 2005, Penduduk Asli Papua 1.558.795 dan Pendatang 1.087.694. Total 2.646.489. Presentase 59% Penduduk Asli Papua dan 41% Pendatang.


Tahun 2011, Penduduk Asli Papua 1.700.000 dan Pendatang 1.980.000. Total 3.680.000. Presentase 47% Penduduk Asli Papua dan Pendatang 55%. 


Sehingga diperkirakan pada tahun 2020, Penduduk Asli Papua 1.956.400 dan Pendatang 4.743.600. Total 6.700.000. Presentase 29,2% Penduduk Asli Papua dan 70.8% Pendatang. Tahun 2030, Penduduk Asli Papua 2.371.200 dan Pendatang 13.228.800. Total 15.600.000. Presentase 15,2% dan Pendatang mencapai 84.80%. 


Bila dikomparasikan (dibandingkan) jumlah penduduk OAP Papua tahun 1969 sebanyak 800.000 dan PNG 700.000. Sekarang penduduk PNG sebanyak 6.000.000 (enam juta) jiwa. 


Langkah terbaik yang harus diambil Papua adalah memerdekakan diri dari NKRI, karena itulah satu-satunya jalan untuk menghindari marginalisasi dan peminoritasan.


Orang Papua Sudah Menjadi Minoritas Di Tanah Papua

Polisi mencopot spanduk.
Polisi mencopot spanduk ucapan selamat berpuasa bagi umat muslim di tanah Papua. Kejadian ini terjadi di Abepura, Papua (13/6). 

Adapun ternyata, ucapan selamat menunaikan ibadah puasa tersebut disampaikan oleh KNPB (Komite Nasional Papua Barat). Ucapan selamat tersebut adalah bentuk toleransi kehidupan beragama yang ditunjukan oleh pihak KNPB. KNPB selama ini dikenal dengan organisasi pro kemerdekaan Papua. 
Masyarakat pun tidak memahami motif dibalik tindakan aparat keamanan tersebut, tetapi masyarakat mengaku kecewa dengan tindakan pihak kepolisian yang terlalu mempolitisasi segala hal.

Polisi Mencopot Spanduk Ucapan Selamat Berpuasa Di Papua

Wapres Indonesia, Jusuf Kalla
Pembunuhan, penyiksaan, pengancaman, dan tindakan kekerasan yang dilakukan militer Indonesia di tanah Papua adalah bentuk penegakkan hukum di Indonesia menurut Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla pada hari jumat (10/6) di kantor Wapres

Pernyataan tersebut berkaitan dengan responnya kepada Australia yang menuding Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM di tanah Papua, berikut liputannya dari Republika.co.id
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Australia menyebut Pemerintah Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM di tanah Papua. Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta Australia membuktikan tudingannya.
"Sejak dulu Australia selalu menganggap begitu. Yang paling penting mana datanya?," ucapnya di Kantor Wapres, Jumat (10/6).
Menurutnya, apa yang disebut Negeri Kangguru sebagai pelanggaran HAM sebenarnya adalah penegakan hukum. JK mencontohkan, jika ada warga yang menyerang kantor polisi atau menyulut konflik, maka aparat wajib melakukan tindakan dan memproses hukum pihak-pihak yang bersangkutan.
"Otomatis itu bukan pelanggaran HAM, itulah penegakan hukum," katanya.
Wapres sendiri mengaku tak mau ambil pusing dengan tudingan negara lain. Sebab, ia meyakini pemerintah sudah melakukan tindakan yang benar.
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan saat ini sedang berada di Australia. Luhut akan mengklarifikasi pada pemerintah Australia mengenai dugaan pelanggaran HAM di Papua. 
Jika demikian, apakah pembantaian pemuda dan pelajar di Paniai pada tahun 2014 silam adalah penegakkan hukum Indonesia? Silakan bertanya pada Wakil Bapa Presiden Jokowi.
Pemuda dan pelajar yang dibantai Aparat Keamanan Indonesia di Paniai,2014 silam
Sebagai seorang mahasiswa, Saya sama sekali tidak menyangka bahwa seorang Wapres dapat berkomentar seenak itu. Keluarga korban-korban di Papua pasti akan sangat kecewa jika mendengarkan pernyataan tersebut langsung dari mulut Jusuf Kalla.


KOMNAS HAM yang adalah lembaga mandiri yang didirikan berdasarkan keputusan presiden RI pada tahun 1993. KOMNAS HAM sendiri mengakui bahwa telah terjadi banyak pelanggaran Hak Asasi Manusia di tanah Papua, oleh karena itu jika menginginkan data, sebaiknya Jusuf Kalla meminta ke pihak KOMNAS HAM.


Jusuf Kalla : Pelanggaran HAM Di Papua Adalah Penegakan Hukum

Ratusan anggota KNPB diamankan di Mako Brimob Polda Papua, Kotaraja. (KabarPapua.co/Lazore)
Banyak sekali khasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, namun hanya sedikit saja yang dilaporkan ke tingkatan KOMNAS HAM dan media massa nasional. Akhir-akhir ini semenjak KNPB bangkit dan menyuarakan isu Papua bersama dengan rakyat Papua, banyak sekali khasus pembunuhan misterius yang terjadi di Papua.

Operasi kekerasan seperti ini pernah di operasikan pada zaman Orde Baru, tetapi setelah reformasi ini, operasi pembunuhan misterius ini masih aktif dijalankan diwilayah-wilayah yang pro pemisahan diri dari tubuh NKRI.
mayat yang ditemukan di kota Nabire, Papua (8/06)
Pada hari ini saja, telah ditemukan mayat seorang pemuda di kota Nabire. Kejadian seperti ini bukan hal yang baru di Papua, tetapi sayangnya karena semua media massa berpusat di Jakarta dan Jawa, kejadian dan hal-hal seperti ini tidak dapat diketahui public secara langsung. Memang benar bahwa penolakan perizinan wartawan asing masuk Papua adalah supaya khasus-khasus seperti ini tidak terliput dan berkembang ke dunia Internasional.

Korban-korban yang ditemukan selalu saja orang Papua asli, hal ini bertanda buruk bagi populasi OAP. Berdasarkan data BPS terbaru, presentase penduduk asli di Papua adalah 48 % sementara pendatang 52%. Pembunuhan misterius telah menjadi salah satu faktor marginalisasi penduduk asli Papua.

Untuk menghindari kekerasan dan pembunuhan, sebagai orang Papua, sebaiknya lebih berhati-hati lagi dan menjaga diri. 

MARGINALISASI adalah ancaman utama di tanah Papua.

Pembunuhan Misterius Merajalela di Papua

Menjadi Seorang Lie Detector 

Peringatan: kadang-kadang ketidaktahuan adalah kebahagiaan. Setelah memperoleh pengetahuan ini, Anda mungkin akan tidak senang karena ketahuan bahwa seseorang berbohong kepada Anda. Teknik-teknik deteksi penipuan berikut biasa digunakan oleh polisi, psikolog forensik, ahli keamanan dan peneliti lainnya.

Pengantar:

Pengetahuan ini juga berguna untuk manajer, pengusaha, dan bagi siapa saja untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari . Teknik ini dapat digunakan untuk menghindarkan  Anda dari menjadi korban penipuan dan godaan lainnya.

Saya hanya menjelaskan hal-hal dasar dari gerakan fisik (bahasa tubuh)  dan verbal yang dapat menunjukkan seseorang sedang tidak benar.

Apabila seseorang berbohong, tubuhnya bereaksi seperti berikut :

• Ekspresi fisik akan terbatas dan kaku, dengan sedikit gerakan lengan dan tangan. Gerakan tangan, lengan dan kaki yang terhadap tubuh mereka sendiri kaku.

• Seseorang yang berbohong kepada Anda akan menghindari kontak mata.

• Tangan menyentuh wajah mereka, tenggorokan & mulut. Menyentuh atau menggaruk hidung atau menggaruk belakang telinga mereka. Cenderung untuk  tidak menyentuh dadanya / hati dengan tangan terbuka.

Gestur Emosional dan Kontradiksi

•Selisih waktu antara emosi dan gerakan tubuh yang menunjukan emosi tertentu tidak seperti biasa. Tampilan emosi tertunda, kemudian gerakan tubuh bereaksi secara alami, kemudian berhenti tiba-tiba.Misalnya, seorang yang mencoba menyembunyikan kemarahan dengan kesenangan. Dia akan menjawab tidak marah tetapi tubuhnya tetap menunjukkan gestur marah, kemudian selang beberapa detik, gesturnya bahagia keluar, tetapi kemudian gestur bahagianya hilang sekejap. Fenomena ini sering disebut masyarakat gerakan paksa, bisa senyum paksa, marah paksa, senang paksa, gerakan tubuhnya tidak alami, Nampak sekali kalau dipaksakan

•Adanya jedah Waktu antara gerak tubuh emosi / ekspresi dengan kata-kata. Contoh: Seseorang mengatakan "I love it!" saat menerima hadiah, dan kemudian tersenyum setelah membuat pernyataan itu, bukannya pada saat yang sama pernyataan tersebut dibuat. Orang yang tidak berbohong akan senyum bersamaan dengan saat ia mengatakan "I love it!"

•Gestures / ekspresi tidak cocok dengan pernyataan verbal, seperti cemberut ketika mengatakan "Aku mencintaimu.

•Ekspresi terbatas pada gerakan mulut ketika seseorang memalsukan emosi (seperti senang, terkejut, sedih, kagum,) bukan seluruh wajah. Sebagai contoh; ketika seseorang tersenyum secara alami seluruh wajah mereka terlibat: rahang / pipi gerakan, mata dan dahi menekan, dll

Interaksi dan Reaksi

•Seseorang bersalah akan defensif. Orang yang tidak bersalah akan cenderung ofensif.

•Seorang pembohong tidak nyaman menghadapi Penanya /penuduh dan akan mengalihkan kepalanya atau badan ketempat lain.

•Seorang pembohong mungkin secara tidak sadar menempatkan benda (buku, cangkir kopi, dll) antara mereka dan Anda.

Konteks verbal dan Konten

•Seorang pembohong akan menggunakan kata-kata Anda untuk membuat jawaban dari pertanyaan itu. Ketika ditanya, "Apakah Anda makan kue terakhir?" Si pembohong menjawab, "Tidak, saya tidak makan kue terakhir.

•Sebuah pernyataan dengan penyusutan kata lebih cenderung jujur: "tidak" dibandingkan "Saya tidak melakukannya"
•pembohong terkadang mencegah "berbohong" dengan tidak membuat pernyataan langsung. Mereka menyiratkan jawaban bukannya menyangkal sesuatu secara langsung.

•Orang yang bersalah akan berbicara tidak seperti biasa, dan Ia akan menambahkan rincian yang tidak perlu untuk meyakinkan Anda ... mereka tidak nyaman dengan diam atau jeda dalam percakapan.

•Seorang pembohong akan menghilangkan kata ganti dan berbicara dengan nada monoton. Ketika pernyataan jujur dibuat kata ganti dipertegas sebanyak atau lebih dari seluruh kata-kata dalam sebuah pernyataan.

Tanda-tanda lain dari kebohongan:

Jika Anda yakin seseorang berbohong, ubahlah topik pembicaraan dengan cepat, pembohong mengikuti bersama dengan rela dan menjadi lebih santai. Si bersalah ingin subjek berubah; orang yang tidak bersalah mungkin bingung oleh perubahan mendadak pada topik dan akan ingin kembali ke topik sebelumnya.

Catatan

Tentu, hanya karena seseorang menunjukkan satu atau lebih dari tanda-tanda ini tidak lantas membuatnya menjadi seorang pembohong. Perilaku di atas harus dibandingkan dengan perilaku normal orang tersebut bilamana memungkinkan.

Kebanyakan ahli setuju bahwa kombinasi bahasa tubuh dan isyarat lainnya harus digunakan untuk membuat tebakan tentang apakah seseorang berkata jujur atau bohong.

Cara Mendeteksi Kebohongan

Pro Indonesia dari Timor Leste sejak perjuangan kemerdekaan: Saya salah pilih Indonesia sekarang menderita dan menyesal. Kehidupan kami di sini sangat susah. Pemerintah Indonesia berhenti kami memberi bantuan setelah Timor Leste merdeka tahun 2002. Saya dan teman-teman memilih Indonesia itu sangat menyesal. Kami menderita dan masa depan anak-anak kami tidak jelas lagi. 

Penyesalan adalah suatu bagian dari sebuah kehidupan, penyesalan itu akan datang dari belakang setelah semuanya itu terjadi. Penyesalan itu tidak ada batasnya sampai anda memiliki dunia lain (meninggal). Penyesalan itu bisa datang dari salah memilih teman, jodoh dan pekerjaan. Dari ketiga hal ini ada jalannya untuk mengatasi. Bisa anda mendapatkan teman baru yang baik, bisa anda mendapat jodoh baru yang setia dan baik hati, bisa juga anda mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi, penyesalan yang anda tidak akan mampu mengatasi adalah ketika anda melawan orang dan bangsamu sendiri yang memperjuangakan atas  “Kebenaran Ideologinya”.
Anda merasa lebih berkuasa, lebih hebat, mempunyai pekerjaan yang baik bersama mereka aneksator, manipulator, konspirator dan penjajah tentang   suatu kebenaran  sejarah oleh suatu bangsa tapi pada saatnya tiba untuk menyatakan kebenarannya anda akan jatuh dan menyesal selama-lamanya.
Perjuangan kebebasan Papua Barat adalah atas dasar sejarah bangsa Papua yang sudah berdaulat dan merdeka sejak 1 Desember 1961. Dalam perjuangan mengembalikan ideologi bangsa Papua Barat selalu mengalami perlawanan oleh orang asli Papua sendiri yang dibiayai dan didorong oleh kolonial Indonesia. Tapi anda tidak sadar kalau dipergunakan atas kepentingan kolonial. Tentunya setelah saatnya anda sadar dan menyesal seumur hidupmu.

Operasi Seroja adalah yang terkenal di Indonesia di mana   invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975 untuk menganeksasikan Timor Portugis ke NKRI. Kemudian Timor Portugis diubah diberi nama oleh Indonesia Timor Timur. Dalam perlawanan perjuangan Timor Leste masyarakat asli Timor Leste pun terpecah menjadi dua bagian. Sebagian kecil ingin integrasi ke Indonesia karena atas kesamaan ras dan juga diberi jabatan, uang dan kekayaan lainnya. Namun, sebagian besar tetap berdiri kokoh memperjuangkan kebenaran sejarah untuk menuju kemerdekaan Timor Leste. Mereka mempunyai mimpi yang besar bahwa suatu saat mereka akan bebas dan berdiri tegak sebagai suatu bangsa yang berdaulat. Mereka bermimpi akan memimpin dirinya sendiri.  Mereka selalu percaya Timor Timur paste akan merdeka.  Finally, tahun 2002 adalah tahun yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Timor Leste. Tahun emas telah tiba mengakhiri semua jeritan bangsa Timor Leste.
Penjajahan dan penderitaan masyarakat Timor Leste berakhirlah pada 2002. Sinar fajar setelah tiba untuk menyerangi Timor Leste. Para penghianat telah kehilangan akal. Para penghianat telah kehilangan masa depan. Para penghianat telah kehilangan jabatan, uang, kekayaan pada tahun 2002 itu juga. Para penghianat telah kehilangan tanah mereka sendiri di Timor Leste. Para penghianat tidak bisa lagi ketemu bersama keluarga mereka yang ada di Timor Leste. Para penghianat tidak bisa lagi habiskan waktu bersama teman-teman mereka di Timor Leste. Semuanya telah sirnah. Semuanya telah tinggal kenangan. Penyesalan selalu datang silih berganti. Mimpi di atas mimpi kapan kita lihat tanah dan keluarga kami di Timor Leste. Mereka diusir keluar dari Timor Leste kini berdomisili di Indonesia. Mereka tinggal dipingkiran negara Indonesia. Mereka hidup menderita di atas tanah orang. Pemerintah Indonesia sudah lepas tangan sejak tahun 2002 itu juga. Pemerintah Indonesia sudah tidak perhatikan mereka lagi.  Jabatan, uang, kekayaan hanya kenangan sejak mereka jadi penghianat. Sebaliknya, masyarakat Timor Leste yang jatuh korban atas memperjuangakan kebenaran ideologi mereka menjadi tuan di negerinya sendiri. Mereka sendiri mengendalikan negara Timor Leste. Syukurlah karena masyarakat Timor Leste semua makmur walau negara kecil. Negara besar atau kecil bukan ukuran tapi kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara sangat penting.

Lihat Video ini, Warga Timor Leste Saya salah Pilih Indonesia. Saya menyesal dalam salamanya melihat kemajuan dan kemakmuran Timor Leste. Salah sangat menyesal. Akses ke link: 
Sejarah ini tentunya bisa menggenapi di Papua Barat. Kami mempunyai mimpi yang besar untuk bebas dari NKRI. Kami mempunyai harapan untuk masa depan Papua Barat. Kami mempunyai keyakinan kembalikan kedaulatan. Kami   mempunyai keyakinan memimpin diri kita sendiri. Kami bangsa Papua Barat akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri. 

SALAH MEMILIH INDONESIA MENDERITA DAN MENYESAL SELAMANYA